RSS Feed

Klinik Kana – Operasi Katarak

Posted on

Katarak penyebab kebutaan No. 1 di Indonesia

Katarak adalah proses kekeruhan yang terjadi pada sebagian atau keseluruhan lensa mata yang disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:

  1. Penuaan (Katarak Senilis)
  2. Kecelakaan (Katarak Traumatika)
  3. Gangguan metabolisme tubuh
  4. Keracunan
  5. Bawaan lahir (Katarak Kogenital)
  6. Paparan Ultraviolet jangka panjang

Penanganan katarak bisa dilakukan dengan operasi pengambilan lensa keruh dan menggantikan dengan lensa kontak positive. Tanpa penanaman lensa setelah operasi penderita hanya mampu membaca jari dari jarak 1 meter dan memerlukan kaca mata untuk bisa melihat normal.

Di Indonesia Katarak adalah penyebab kebutaan no.1, diikuti oleh glaucoma dan kelainan lensa mata. Dari 2 juta lebih penderita kebutaan di Indonesia, 50% lebih disebabkan oleh katarak. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai Negara dengan penderita katarak TERTINGGI di Asia Tenggara dan diperkirakan jumlahnya meningkat 240,000 per Tahun. Dimana dari 240,000 ini 16% ada di usia produktiv. Bayangkan kalau yang sakit adalah mereka yang menjadi sumber penghasilan dari satu keluarga.

Sebagian besar katarak di Indonesia disebabkan oleh paparan ultraviolet jangka panjang, seperti nelayan yang bekerja seharian tanpa pelindung mata atau topi. Lebih kurang 90% dari penderita katarak ini tinggal di lingkungan rural atau urban kumuh, sehingga penyembuhan kebutaan (operasi katarak) bukan hanya masalah fasilitas rumah sakit bagi penderita namun masalah keuangan (biaya operasi katarak + lensa diperkirakan Rp 2,5jt). Karena kekurangan biaya pengobatan, hanya 80,000 penderita katarak yang bisa di operasi setiap tahunnya.

Klinik Kana mengadakan bakti sosial operasi katarak sekali dalam tiga bulan yang di adakan di RSCM Jakarta bekerja sama dengan PERDAMI dan Departemen Mata FKUI. Sekitar seratus orang penderita katarak di operasi setiap kalinya.

Klinik Kana terletak di Gondangdia – Jakarta Pusat, Jl. RP Soeroso No. 24. Senin-Jumat dari jam 9:00 s/d 17:00 dan hari Sabtu dari jam 9:00 s/d 14:00 mereka melayani masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan medis dengan biaya yang sangat terjangkau.

Tanggal 16 April saya mendapat kesempatan ikut di satu bakti sosial tersebut.

This slideshow requires JavaScript.

Ada 140 pasien datang hari itu, tapi tidak semua bisa di operasi saat itu disebabkan oleh tekanan darah, gula darah dan juga tekanan mata yang terlalu tinggi. Pasiennya juga beragam, dari yang berumur 14 Tahun sampai 83 Tahun.

Selama membuat foto di tempat itu saya banyak merenungkan, betapa mudah saya mengeluarkan uang untuk kesenangan yang sering kali bukan menjadi kebutuhan: makan di restauran, beli mobile-phone (gadget) terbaru dll. Sedangkan untuk mengulurkan tangan yang bisa membuat orang buta melihat sering kali terasa begitu berat.

Sesampai dirumah, waktu saya edit foto-foto diatas, Joa & Abi, kedua anak kami, ikut melihat dan mendengarkan cerita saya, bahwa ada kemungkinan untuk menolong penderita katarak dengan memberi sumbangan. Mereka masuk ke kamar dan masing-masing kembali dengan membawa uang Rp. 100rb untuk disumbangkan. Buat Joa & Abi, Rp.100rb adalah upah kerja mereka satu bulan untuk membantu kami membersihkan rumah dan mencuci piring tiap malam.

Anda pun bisa memberi bantuan. Berapapun itu uluran tangan anda memungkinkan orang buta melihat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: